Sudah 2 tahun sejak kejadian itu.
Kami pun sudah mulai melupakannya hingga muncullah saat yang tak dapat ku
percaya seperti saat ini. Dulu, 2 tahun silam, aku kehilangan adik perempuanku
satu-satunya. Dia hilang entah kemana. Sudah berbagai cara dilakukan ayah dan
ibu, namun hasilnya tetap nihil, adikku satu-satunya itu tak dapat ditemukan. Saat
itu, ayah dan ibu begitu terpukul atas kehilangannya. Mereka sering kali murung
dan terlihat kacau, tapi seiring dengan berjalannya waktu, mereka mulai dapat
menerima kenyataan bahwa adikku telah pergi, dan kami pun mulai hidup seperti
biasa, tanpa adikku tentunya.
Hingga datanglah hari dimana aku tak
dapat berkata apa-apa. Sungguh, aku masih belum bisa mempercayainya. Hari ini,
dia kembali. Ya, adikku yang telah menghilang selama 2 tahun itu telah kembali
ke rumah. Ayah dan ibu begitu bahagia mengetahui hal ini, berbeda denganku yang
masih belum dapat mempercayai semua ini. Dia kembali? Tidak mungkin! Jelas-jelas
aku telah memotong-motong tubuhnya dan telah ku kuburkan di hutan dengan
tanganku sendiri saat aku membawanya bermain di hutan. Kini dia kembali? Mana bisa
aku mempercayai ini. Jadi siapakah anak perempuan yang berdiri di depanku ini? Dia
menatapku tajam, lalu tersenyum janggal padaku. Tidak, itu bukanlah sebuah senyuman, dia menyeringai.