Selasa, 19 Juli 2016

Diet Vegetarian


Meskipun  vegetarian kerap dikatakan sebagai tren pola makan, hasil dari diet vegetarian terbukti  sehat dan baik dilakukan. Salah satunya, karena pola makan yang berfokus pada sayuran. Juga termasuk  beberapa bahan makanan yang baik, seperti, buah-buahan, beras-berasan utuh, protein tanpa lemak,  polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

"Makanan nabati secara alami memiliki kandungan yang rendah kalori dan lemak, namun tinggi  volume air dan serat. Faktor-faktor ini membantu mengurangi berat badan Anda," ungkap Janel Ovrut, MR, RD, LND., ahli diet penganut diet vegetarian, seorang penyandang gelar master komunikasi nutrisi dari Universitas Tufts, Boston, Massachusetts.

 Dengan kata  lain, pola makan vegetarian memungkinkan Anda makan dengan sedikit kalori sehingga tidak akan membuat Anda gemuk.

Kendati, ada beberapa makanan yang masuk dalam diet vegetarian,  juga dapat  berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Waspadai beberapa produk  kalori tinggi seperti pasta, selai kacang, coklat, kentang goreng dan seterusnya. Oleh karena itu, diet vegetarian perlu direncanakan secara hati-hati untuk memastikan keseimbangan jenis makanan dan nutrisi yang diasup.


Senin, 18 Juli 2016

Aterosklerosis

Tentang Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung disebut sebagai penyakit jantung koroner. Penyumbatan pembuluh darah dapat berakibat fatal. Darah yang menggumpal bercampur dengan lemak yang menempel di pembuluh darah. Akibatnya serangan jantung, stroke, dan kematian mendadak.

Gejala Aterosklerosis
Yang lebih berbahaya adalah kondisi ini seringkali terjadi tanpa disadari. Penderitanya tidak merasakan gejala apapun dan bisa terjadi pada siapa saja.

Penyebab Aterosklerosis
Aterosklerosis disebabkan oleh penumpukan lemak dan zat-zat lainnya di dinding pembuluh darah. Lemak yang menumpuk akan mengeras dan membentuk plak. Plak-plak inilah yang menghambat peredaran darah ke jantung.

Penyumbatan terjadi secara perlahan. Bagian dalam arteri dilapisi oleh endothelium, lapisan sel tipis yang berfungsi menjaga arteri tetap kencang dan mulus. Arteri yang mulus membuat peredaran darah ke jantung tetap lancar. Ketika endothelium rusak karena pengaruh tekanan darah tinggi, efek merokok, atau kolesterol tinggi, saat itulah plak mulai terbentuk.

Tahap selanjutnya, kolesterol jahat (LDL) masuk ke pembuluh darah melalui endothelium yang rusak. Kolesterol jahat ini kemudian dicerna oleh sel darah putih. Seiring waktu, gumpalan sel darah putih yang “menyerang” kolesterol jahat mengeras dan menjadi plak di dinding pembuluh darah. Plak inilah yang menghambat peredaran darah.

Kanker Serviks


Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Pada usia berapa pun, semua wanita bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kanker serviks sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Serangan Jantung Mendadak


Kurang olahraga, mengonsumsi makanan instan, kurang istirahat dan tekanan stres, adalah hal-hal yang kerap dialami warga kota besar. Menjalani pola hidup yang tidak sehat akan berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya dapat mengakibatkan penyakit jantung. Serangan jantung pun menempati peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia.

Penyebab

Penyakit jantung disebabkan karena penyempitan pembuluh darah akibat tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis, yang terjadi jika terdapat penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri serta menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary heart disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung, dan semakin besar kemungkinan besar meninggal.


 
Copyright (c) 2010 Ida Nuyani. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And Web Hosting Reviews.