A.
Defenisi
Neoplasma
adalah massa abnormal dari jaringan yang terjadi ketika sel-sel membelah lebih
dari yang seharusnya atau tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Neoplasma
mungkin jinak (bukan kanker), atau ganas (kanker). Juga disebut tumor.
B.
Apa itu Nepolasma Jinak?
Neoplasma
jinak adalah pertumbuhan abnormal, namun bukan kanker yang mungkin terjadi di
berbagai bagian tubuh. Kata “neoplasma” berasal dari kata Yunani “neo”, yang
berarti baru, dan “plasma”, yang berarti “pembentukan atau penciptaan”, dengan
demikian berkaitan dengan pertumbuhan abnormal jaringan baru. Neoplasma lebih
sering disebut sebagai tumor, namun karena diklasifikasikan bersifat jinak,
neoplasma tidak menyebabkan kanker, seperti tumor pra-kanker atau ganas.
Neoplasma atau tumor juga dikenal dengan nama “nodul” atau “massa”, tergantung
pada ukurannya. Nodul adalah neoplasma yang berukuran kurang dari 20 mm,
sedangkan massa setidaknya berukuran 20 mm.
Tidak
seperti tumor ganas, tumor jinak tumbuh lebih lambat dan tidak diketahui dapat
bermetastasis atau menyebar ke jaringan di sekitarnya. Ketika terbentuk, tumor
ini membawa karakteristik dari jaringan asalnya dan dapat terbentuk sendiri
atau berkelompok. Karena tidak berbahaya bagi kehidupan penderitanya,
seringkali tumor ini tidak memerlukan pengobatan segera, namun masih harus
dipantau karena terkadang dapat tumbuh cukup besar dan menyebabkan masalah bagi
fungsi tubuh. Dua bahaya utama yang harus diperhatikan ketika tumor jinak
muncul adalah ketika neoplasia berkembang menjadi massa dan ketika tumbuh pada
daerah kecil tubuh di mana tumor dapat menyebabkan obstruksi. Dalam kasus
tersebut, tumor jinak juga mungkin mengancam jiwa sehingga pengobatan mungkin
diperlukan.
C.
Penyebab Tumor Jinak
Neoplasma jinak yang diketahui
disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
1. Paparan
radiasi dan racun lingkungan lainnya
- Diet yang buruk
- Genetika atau mutasi genetic
- Stres
- Infeksi
- Cedera
- Trauma
Pertumbuhan neoplasma jinak
sebenarnya dipicu oleh proliferasi sel, migrasi sel, atau sel mati. Terlepas
dari penyebabnya, perilaku sel dan pertumbuhan jaringan abnormal adalah tanda
bahwa terdapat masalah dengan gen-gen tertentu, terutama gen penekan tumor.
Berikut ini adalah penyebab genetik yang telah dikaitkan dengan pertumbuhan
tumor jinak :
1. Sindrom PTEN
hamartoma atau gangguan hamartoma melibatkan PTEN atau gen penekan tumor
- Adenomatosa poliposis familial atau mutasi yang melibatkan gen penekan tumor APC
- Penyakit Von Hippel-Lindau atau kondisi turunan yang menyebabkan mutasi yang melibatkan gen tumor penekan Von Hippel-Lindau
- Sklerosis tuberosa kompleks atau mutasi yang melibatkan gen TSC1 dan TSC2 yang bertanggungjawab untuk menghasilkan protein hamartin dan tuberin yang dapat menyebabkan produksi protein berlebihan yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal.
Pertumbuhan abnormal pada berbagai
jenis jaringan juga mempengaruhi jenis neoplasia tertentu yang terbentuk. Jenis
tumor jinak yang paling umum meliputi:
1. Lipoma – Neoplasma jinak yang berasal dari sel lemak dan
paling sering terjadi pada leher, bahu, lengan, dan punggung; tumor ini sering
diturunkan tetapi juga dapat muncul akibat dari cedera sebelumnya. Tumbuh
lambat dan berbentuk lembut, bulat, serta dapat bergerak
- Adenoma – Neoplasma jinak yang berasal dari kelenjar atau jaringan pada kelenjar, yang paling umum adalah tumor pada kelenjar tiroid
- Hemangioma – Neoplasma jinak yang berasal dari penumpukan pembuluh darah
- Fibroma – Neoplasma jinak yang berasal dari jaringan ikat atau serat
Meskipun sebagian besar neoplasma
ditandai oleh proliferasi jaringan abnormal, beberapa mungkin muncul dalam
bentuk lain, seperti kista sebasea, radang kelenjar, hematoma, hamartoma,
choristoma, jaringan nekrotik, granuloma, dan keloid.
D.
Gejala Utama Neoplasma Jinak
Neoplasma
jinak dapat memiliki perilaku yang sangat beragam. Meskipun umumnya
asimtomatik, neoplasma jinak juga dapat menyebabkan beberapa gejala tergantung
daerah kemunculannya, jaringan asalnya, dan penyebabnya.
1. Jaringan
terkompres
- Organ terkompres
- Saluran terboklir
- Iskemia atau berkurangnya aliran darah
- Kerusakan saraf
- Kematian jaringan atau nekrosis
- Produks hormon abnormal
Penyakit ini dapat menyebabkan
berbagai gejala termasuk nyeri saraf, sesak napas, pusing, pendarahan abnormal,
kejang, dan terganggunya fungsi tubuh. Kelainan hormonal juga dapat diakibatkan
penyakit berikut:
1. Adenoma
hipofisis
- Penyakit Cushing
- Anemia
Tumor jinak juga dapat muncul di
luar tubuh yang dapat menyebabkan masalah penampilan pasien.
Langkah pertama dalam pengobatan
neoplasma jinak adalah dengan menunggu dengan waspada, di mana para dokter
memantau pertumbuhan tumor untuk melihat apakah tumor dapat menimbulkan
masalah, pilihan pengobatan yang tersedia meliputi:
1. Radioterapi – Kebanyakan tumor jinak tidak menanggapi radioterapi
namun terapi ini ampuh, terutama untuk tumor intrakranial dan hemangioma.
- Radiosurgery – Radiosurgery dilakukan dengan menargetkan tumor dengan menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi, dengan tujuan membunuh pertumbuhan sel abnormal. Hal ini dapat dilakukan dalam satu sesi, tergantung pada ukuran tumor, diikuti dengan periode pemulihan cepat.
- Skleroterapi – Ini adalah bentuk pengobatan yang bertujuan untuk mengecilkan pembuluh darah untuk memotong suplai darah dan membatasi pertumbuhan tumor.
- Operasi – Tumor jinak yang menyebabkan masalah, sering karena lokasi atau ukurannya, dapat diangkat dengan operasi. Operasi pengangkatan sering memerlukan bius total.
- Obat – Pasien juga mungkin akan diberikan obat untuk mencegah atau mengelola gejala yang dialami. Beberapa obat bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit, mengobati sakit kepala (seperti dalam kasus tumor otak jinak), mencegah muntah dan kejang, atau mengurangi peradangan.
Kemoterapi
jarang digunakan untuk neoplasma jinak karena tumor non-kanker tidak merespon
kemoterapi. Dan juga, dalam banyak kasus, mengingat risiko atau ancaman rendah
yang ditimbulkan pertumbuhan jinak, kebanyakan pasien tidak bersedia untuk mengalami
efek samping yang sering dikaitkan dengan kemoterapi, yang meliputi rambut
rontok, kulit kemerahan, mual, dan kelelahan.
Untuk
neoplasma kulit, ada berbagai macam perawatan khusus yang tersedia seperti
eksisi laser, krioterapi, kuret, dermabrasi, electrodessication, atau pengelupasan
kimia. Ada juga
beberapa obat topikal yang dapat digunakan untuk mengecilkan tumor.

0 komentar:
Posting Komentar